Representasi Jejak
Peninggalan Budaya Jawa di Museum Ranggawarsita
Oleh
: Mamluatun Nikmah
Museum
Ranggawarsita menjadi salah satu wisata sejarah, dengan banyaknya
peninggalan-peninggalan yang berada pada museum tersebut. Hal itu menjadikan museum
Ranggawarsita sebagai salah satu wisata edukatif yang cocok untuk dikunjungi
oleh para pelajar maupun wisatawan baik skala lokal maupun nasional. Museum
Ranggawarsita juga sebagai salah satu tempat untuk melestarikan berbagai aset
kebudayaan dari Jawa. Serta menjadi sarana pendidikan bagi generasi penerus
bangsa. Peninggalan-peninggalan yang ada di sana diantaranya mulai dari zaman pra-sejarah,
zaman kerajaan Hindu-Budha, zaman kerajaan Islam, alat-alat kesenian, pakaian
adat di beberapa daerah dan alat transportasi pada zaman dahulu. Selain
peninggalan-peninggalan budaya Jawa terdapat juga ilustrasi yang menggambarkan aktivitas
masyarakat Jawa.
Koleksi
peninggalan zaman pra-sejarah diantaranya koleksi batu-batuan fosil, benda
arkeologi dari zaman pra-sejarah ada batu alam, batu mulia, fosil binatang
purbakala seperti kerangka tubuh gajah zaman purbakala, fosil kepala Phithecantropus tanpa rahang
menunjukkan volume otaknya kecil,dan kemungkinan manusia tersebut belum
berbudaya. Selain itu terdapat benda-benda rumah tangga zaman prasejarah. Ditambah lagi
dengan koleksi bersejarah zaman kerajaan-kerajan Hindu-Budha , seperti arca, replika candi, prasati, perabotan kerajaan. Tak hanya
itu, dipemerkan juga benda-benda
kebudayaan, seperti keris, senjata-senjeta, alat musik tradisional, dan
macam-macam wayang. Selanjutnya pakaian adat yang terdapat di sana adalah
pakaian adat Semarangan dan pakaian adat Kudus yang masing-masing mempunyai
keunikan tersendiri. Koleksi peninggalan alat-alat transportasi seperti gerobak
kerangkeng, kapal nelayan dan saradan. Sedangkan untuk koleksi pada zaman
kerajaan Islam nampak pada relika Masjid Agung Demak, relika Menara Masjid
Kudus, Al-Quran tulisan tangan dari Surakarta.
Di
museum Ranggawarsita ada beberapa koleksi yang menampilkan berbagai budaya
masyarakat Jawa Tengah yang mengandung nilai-nilai Islam. Benda yang
ditampilkan merupakan perpaduan atau akulturasi dari budaya Jawa dan Islam.
Contohnya pada Masjid Agung Demak yang masih berdiri sampai sekarang. Atap
bangunannya yang runcing dan bertingkat-tingkat ke atas dengan tiang-tiang
penopang yang besar dan tinggi. Motif-motif hias tiang bangunannya tampak
berhubungan dengan kebudayaan Majapahit saat itu. Bangunan induk dan serambi
juga mengadaptasi dari bentuk istana-istana Majapahit. Menara Masjid Kudus pun
juga merupakan akulturasi dari budaya jawa dengan islam. bentuk atap tumpang
tiga yang menggambarkan kasta manusia dibagi menjadi tiga yaitu Sudra,
Ksatria, dan Brahma, yang kemudian diterjemahkan menjadi lambang keislaman
seseorang yang ditopang oleh tiga aspek, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.
Selain itu juga dianggap sejajar dengan Syari’at, Thoriqot dan Ma’rifat.
Menara Masjid kudus juga membuktikan Islam diterima dengan cara damai dan
dengan baik. Kemudian kesenian Wayang juga merupakan budaya Jawa yang erat
kaitannya dengan Islam. Karena dalam penyebaran agama Islam di Jawa oleh
Walisongo khususnya Sunan Kalijaga, salah satu cara yang dipakai yaitu dengan
menggunakan kesenian wayang. Kesenian musik Gamelan juga merupakan budaya Jawa
yang erat kaitanya dengan Islam. Karena selain sebagai alat musik pengiring
Wayang, Walisongo menciptakan lagu-lagu diiringi dengan musik Gamelan seperti
Sinom, Mijil, dan Gambuh. Itu semua merupakan seni yang termasuk salah satu
cara yang digunakan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam . Dari koleksi
di atas bercorak Jawa-Islam, sehingga bukti kerukunan dan akulturasi Agama
Islam dan Budaya Lokal (Jawa) memang ada saat itu.
Tetapi
sejalan dengan tingkat moderanisasi yang tinggi budaya Jawa pun semakin
tergerus oleh zaman yang semuanya serba modern. Budaya jawa yang dulu melekat
dengan orang Jawa sekarang mulai ditinggalkan hingga sering muncul istilah
dalam bahasa Jawa dikenal dengan “Wong Jawa neng ora Jowoni” yang artinya orang
Jawa tapi tidak mengerti atau tidak bersikap seperti orang Jawa. Bahkan
anak-anak muda sekarang lebih mengenal budaya Barat dibanding budaya Jawa. Contohnya orang-orang
lebih tahu lagu-lagu Barat, sedangkan lagu-lagu Jawa sama sekali tidak tahu. Lebih
mengenal tokoh-tokoh dalam film Barat seperti Spiderman, Batman tetapi
tokoh-tokoh Walisongo tidak mengenal sama sekali. Kesenian seperti Wayang
Gamelan bahkan dianggap kuno, orang-orang lebih suka menonton konser musik dan
lebih suka menonton film di bioskop. Bahkan peninggalan-peninggalan budaya Jawa,
peninggalan-peninggalan bersejarah tidak mengenal sama sekali. Maka dari itu
museum Ranggawarsita memegang peranan penting dalam upaya melestarikan budaya
Jawa dan mengenalkan budaya-budaya Jawa kepada generasi muda supaya tidak
melupakan budayanya.
Beberapa gambar koleksi di museum Ranggawarsita







Tidak ada komentar:
Posting Komentar